Mengungkap Misteri dan Kehangatan Budaya: Klenteng

Mengungkap Misteri dan Kehangatan Budaya_ Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi

Table of Contents

Jum’at 07 juni 2024

Klenteng Hok Lay Kiong, dengan arsitektur megah dan keragaman budaya yang meriah, adalah pusat spiritual dan kebudayaan yang mempesona di Bekasi. Berdiri sebagai saksi sejarah yang teguh dan lambang toleransi lintas agama, klenteng ini memainkan peran penting dalam menyatukan masyarakat dengan warisan yang kaya dan pesona yang mendalam.

Mengungkap Misteri dan Kehangatan Budaya: Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi

Di usianya yang sudah lebih dari 300 tahun, Klenteng Hok Lay Kiong yang berlokasi di Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu tempat ibadah yang paling banyak dikunjungi umat, khususnya pada perayaan Imlek. Setiap tahunnya ratusan pengunjung memadati klenteng ini untuk berdoa memohon keberkahan di tahun yang baru.. Klenteng yang dibangun pada masa penjajahan VOC itu tentunya menyimpan banyak sejarah yang masih jarang diketahui umum.

Sejarah yang Dimulai dari Jejak Langkah Awal

Mengungkap Misteri dan Kehangatan Budaya: Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi

Pendirian klenteng ini bermula dari peristiwa pembantaian massal terhadap orang-orang Tionghoa di Batavia pada 1740. Saat itu, Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) menyangka orang-orang Tionghoa akan memberontak di Batavia. Mereka menangkapi dan membunuh orang-orang Tionghoa. Peristiwa itu membuat banyak orang Tionghoa meninggalkan Batavia.

Klenteng Hok Lay Kiong dibangun pada tahun 1821 di Bekasi, Jawa Barat, pada masa kolonial Belanda. Sejak awal, klenteng ini telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan bagi masyarakat Tionghoa setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, klenteng ini juga menjadi tempat berkumpul dan beribadah bagi berbagai komunitas di Bekasi, mencerminkan semangat toleransi dan kerukunan antar-etnis.

Mengungkap Misteri dan Kehangatan Budaya: Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi

Ronny Hermawan (44) Ketua Yayasan Klenteng Hok Lay Kiong mengatakan kepada Historia, sebagian orang-orang Tionghoa menyingkir ke Bekasi. “Akhirnya warga Tionghoa yang menjadi buruh, pekerja-pekerja kasar di pelabuhan itu bergeser ke hutan-hutan di sekitaran Jakarta, mulai dari Tangerang, Banten, Cikarang, Bogor, Karawang hingga Bekasi,” kata Ronny. 

Di tempat baru itulah, termasuk Bekasi, mereka membangun klenteng. Perubahan klenteng Hok Lay Kiong tidak sebentar. “Ya jadi dulu mungkin masih kecilnya, tapi seiring dengan perjalanan oleh umat-umatnya, ada patungan, saweran, juga swadaya. Dikembangkan dan diperluas sedikit demi sedikit, tapi tetap saja ini merupakan proses yang lama,” tambahnya.

Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi Arsitektur yang Megah Menyelami Keindahan Klenteng

Mengungkap Misteri dan Kehangatan Budaya: Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi

Satu hal yang tak terbantahkan tentang Klenteng Hok Lay Kiong adalah keindahan arsitektur dan detail artistiknya. Dari gapura gerbang yang megah hingga ruang ibadah yang dihiasi dengan relief dan ukiran yang rumit, setiap elemen klenteng ini menceritakan cerita yang kaya akan budaya dan spiritualitas. Selain itu, klenteng ini juga merupakan contoh campuran gaya arsitektur Tiongkok tradisional dengan sentuhan lokal Jawa yang unik.

Pusat Kegiatan Keagamaan dan Budaya

Mengungkap Misteri dan Kehangatan Budaya: Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi

Lebih dari sekadar tempat ibadah, Klenteng Hok Lay Kiong juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya bagi komunitas Tionghoa di Bekasi. Setiap tahun, klenteng ini menjadi tuan rumah berbagai upacara dan perayaan keagamaan, seperti perayaan Imlek dan Cap Go Meh, yang menarik ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, klenteng ini juga sering menjadi tempat untuk pertunjukan seni tradisional, festival budaya, dan kegiatan sosial lainnya.

Menjaga Api Kebudayaan Tetap Berkobar

Mengungkap Misteri dan Kehangatan Budaya: Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi

Penting untuk dicatat bahwa Klenteng Hok Lay Kiong bukan hanya merupakan tempat ibadah, tetapi juga simbol keberlanjutan warisan budaya. Berkat upaya pelestarian yang gigih dari komunitas setempat dan pihak berwenang, klenteng ini tetap menjadi saksi hidup dari sejarah dan budaya Tionghoa di Bekasi. Melalui upacara keagamaan, festival budaya, dan program-program pendidikan, klenteng ini terus menginspirasi generasi muda untuk menjaga dan menghargai warisan nenek moyang mereka.

Klenteng Hok Lay Kiong bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga warisan spiritual dan budaya yang hidup. Di tengah perubahan zaman dan arus globalisasi, klenteng ini tetap menjadi penjaga kebudayaan dan kearifan lokal.

Melalui peranannya yang penting dalam kehidupan masyarakat Bekasi, klenteng ini mengajarkan kita pentingnya menghormati dan memelihara warisan budaya, sambil terus memperkuat ikatan antar-etnis dan agama dalam semangat harmoni dan kerukunan.